Sebagai orang tua, kesehatan dan masa depan buah hati adalah prioritas utama. Salah satu langkah terpenting untuk memastikan mereka tumbuh sehat dan terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya adalah melalui imunisasi. Imunisasi bukan hanya melindungi anak Anda, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan komunitas secara keseluruhan, mencegah wabah penyakit yang bisa melumpuhkan.
Namun, dengan begitu banyaknya jenis imunisasi, kapan waktu yang tepat untuk memberikannya, dan apa saja imunisasi yang benar-benar wajib? Jangan khawatir! Artikel ini akan menjadi panduan lengkap Anda untuk memahami daftar imunisasi wajib anak dan jadwal lengkapnya, sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan. Mari kita selami lebih dalam untuk memberikan perlindungan terbaik bagi si kecil!
Mengapa Imunisasi Wajib Itu Penting?
Mungkin Anda bertanya-tanya, seberapa pentingkah imunisasi wajib ini? Imunisasi adalah proses di mana tubuh anak diberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu melalui pemberian vaksin. Vaksin mengandung bagian kecil dari virus atau bakteri penyebab penyakit yang sudah dilemahkan atau dimatikan, sehingga aman bagi tubuh. Ketika vaksin masuk ke tubuh, sistem kekebalan tubuh anak akan belajar mengenali dan melawan kuman tersebut, membentuk “memori” untuk perlindungan di masa depan.
Manfaat imunisasi sangat besar, meliputi:
- Perlindungan Individu: Anak terlindungi dari penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan komplikasi serius, cacat permanen, bahkan kematian.
- Kekebalan Kelompok (Herd Immunity): Ketika sebagian besar populasi diimunisasi, penyebaran penyakit akan terhambat, melindungi individu yang tidak bisa diimunisasi (misalnya, bayi baru lahir atau penderita kondisi medis tertentu). Ini adalah bentuk perlindungan sosial yang vital.
- Pencegahan Wabah: Imunisasi massal telah berhasil memberantas atau mengontrol banyak penyakit menular yang sebelumnya menjadi momok, seperti polio dan cacar.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), imunisasi mencegah 2-3 juta kematian setiap tahunnya. Ini adalah bukti konkret betapa vitalnya peran imunisasi dalam menjaga kesehatan global.
Daftar Imunisasi Wajib Anak di Indonesia Berdasarkan Rekomendasi IDAI & Kemenkes

Di Indonesia, terdapat beberapa imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah dan direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Berikut adalah daftar imunisasi wajib beserta penjelasan singkatnya:
1. Imunisasi Hepatitis B (HB)
- Penyakit yang Dicegah: Hepatitis B, infeksi virus yang menyerang hati dan dapat menyebabkan kerusakan hati kronis, sirosis, hingga kanker hati.
- Jadwal:
- Dosis 1: Segera setelah lahir (idealnya dalam 24 jam pertama kehidupan).
- Dosis 2: Usia 1 bulan.
- Dosis 3: Usia 3-6 bulan.
- Pentingnya: Penularan Hepatitis B bisa terjadi dari ibu ke anak saat persalinan. Imunisasi segera setelah lahir sangat efektif mencegah penularan ini.
2. Imunisasi Polio
- Penyakit yang Dicegah: Polio, penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, terutama pada kaki, dan bisa berakibat fatal.
- Jadwal:
- Lahir: Diberikan saat lahir (Polio-0) atau bersamaan dengan Hepatitis B dosis pertama.
- Usia 2, 3, 4 bulan: Tiga dosis oral polio vaccine (OPV) atau inactivated polio vaccine (IPV). IPV diberikan suntikan pada usia 2 dan 4 bulan.
- Booster: Usia 18 bulan dan 5 tahun.
- Pentingnya: Indonesia telah dinyatakan bebas polio, tetapi menjaga cakupan imunisasi tinggi sangat penting untuk mencegah kembalinya kasus.
3. Imunisasi BCG (Bacille Calmette-Guérin)
- Penyakit yang Dicegah: Tuberkulosis (TBC) berat, seperti TBC milier dan meningitis TBC, yang sering menyerang anak-anak.
- Jadwal: Diberikan 1 dosis pada usia 0-3 bulan, idealnya sesegera mungkin setelah lahir.
- Pentingnya: TBC masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Vaksin BCG memberikan perlindungan signifikan terhadap bentuk TBC yang paling berbahaya pada anak.
4. Imunisasi DPT-HB-Hib (Pentabio)
- Penyakit yang Dicegah:
- Difteria: Infeksi bakteri yang menyebabkan masalah pernapasan serius, kerusakan jantung dan saraf, bahkan kematian.
- Pertusis (Batuk Rejan/Batuk 100 Hari): Infeksi bakteri saluran pernapasan yang sangat menular, menyebabkan batuk parah dan sulit bernapas, berbahaya bagi bayi.
- Tetanus: Infeksi bakteri yang menyebabkan kejang otot parah dan “lockjaw” (rahang terkunci), seringkali fatal.
- Hepatitis B: Infeksi hati (seperti yang dijelaskan di atas).
- Hib (Haemophilus influenzae tipe b): Bakteri penyebab meningitis (radang selaput otak), pneumonia (radang paru), dan infeksi serius lainnya pada anak.
- Jadwal: Diberikan 3 dosis pada usia 2, 3, dan 4 bulan, diikuti oleh dosis lanjutan (booster) pada usia 18 bulan dan 5-7 tahun (DT atau Td).
- Pentingnya: Vaksin kombinasi ini melindungi anak dari 5 penyakit serius hanya dalam satu suntikan, mengurangi jumlah suntikan dan kunjungan ke fasilitas kesehatan.
5. Imunisasi Campak, Rubella, dan Mumps (MR/MMR)
- Penyakit yang Dicegah:
- Campak: Penyakit virus yang sangat menular, menyebabkan ruam, demam tinggi, dan dapat berkomplikasi menjadi pneumonia atau radang otak.
- Rubella (Campak Jerman): Penyakit virus ringan pada anak, tetapi berbahaya jika menyerang ibu hamil karena dapat menyebabkan Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada bayi (cacat lahir serius).
- Mumps (Gondongan): Penyakit virus yang menyebabkan pembengkakan kelenjar ludah dan dapat berkomplikasi menjadi radang testis pada laki-laki atau radang ovarium pada perempuan.
- Jadwal:
- MR/Campak: Dosis pertama pada usia 9 bulan.
- MR/MMR: Dosis kedua pada usia 18 bulan (saat ini program pemerintah menggunakan MR, sementara MMR tersedia di fasilitas swasta).
- Booster: Usia 5-7 tahun.
- Pentingnya: Vaksin ini sangat penting untuk mencegah wabah dan melindungi anak dari komplikasi serius ketiga penyakit tersebut.
Jadwal Imunisasi Lengkap Anak Usia 0-18 Tahun (Rekomendasi IDAI 2024)
Untuk mempermudah Anda, berikut adalah tabel jadwal imunisasi lengkap yang disesuaikan dengan rekomendasi terbaru dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) per tahun 2024. Jadwal ini mencakup imunisasi wajib dan beberapa imunisasi rekomendasi tambahan yang sangat dianjurkan.
Penting untuk diingat: Jadwal ini adalah panduan umum. Selalu konsultasikan dengan dokter anak Anda untuk jadwal yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan dan riwayat imunisasi anak Anda. Beberapa vaksin memiliki merek berbeda dengan jadwal pemberian yang sedikit bervariasi.
Yang Perlu Orang Tua Ketahui Seputar Imunisasi

Efek Samping Imunisasi
Sebagian besar anak mengalami efek samping ringan setelah imunisasi, seperti:
- Demam ringan
- Kemerahan atau bengkak di lokasi suntikan
- Rewel atau nafsu makan berkurang
Efek samping ini biasanya hilang dalam 1-2 hari dan dapat diatasi dengan kompres dingin atau obat penurun panas (parasetamol) sesuai anjuran dokter. Efek samping serius sangat jarang terjadi dan jauh lebih kecil risikonya dibandingkan risiko penyakit yang dicegah.
Jika Anak Terlewat Jadwal Imunisasi
Jangan panik jika anak Anda terlewat satu atau beberapa jadwal imunisasi! Segera konsultasikan dengan dokter anak. Umumnya, imunisasi yang terlewat dapat dilanjutkan tanpa perlu mengulang dari awal. Dokter akan membantu menyusun jadwal kejar (catch-up schedule) yang tepat.
Jangan Percaya Mitos Imunisasi!
Banyak mitos yang beredar tentang imunisasi, seperti “imunisasi menyebabkan autisme” atau “imunisasi melemahkan sistem imun”. Klaim-klaim ini telah berkali-kali dibantah oleh studi ilmiah berskala besar dan organisasi kesehatan dunia seperti WHO dan CDC. Imunisasi terbukti aman dan efektif. Percayalah pada sumber informasi yang valid dan teruji.
Studi Kasus: Skandal penelitian Andrew Wakefield yang mengklaim hubungan antara MMR dan autisme telah ditarik dan terbukti palsu. Penelitian selanjutnya oleh lembaga-lembaga kesehatan terkemuka di seluruh dunia secara konsisten menunjukkan tidak ada hubungan antara vaksin dan autisme.
Kesimpulan
Memberikan imunisasi wajib anak sesuai jadwal adalah bentuk kasih sayang dan tanggung jawab terbesar orang tua untuk melindungi buah hati dari berbagai ancaman penyakit. Dengan pemahaman yang tepat tentang daftar imunisasi dan jadwal lengkapnya, Anda telah mengambil langkah proaktif dalam memastikan mereka tumbuh menjadi individu yang sehat, kuat, dan siap menghadapi masa depan.
Jangan ragu untuk selalu berdiskusi dengan dokter anak Anda mengenai setiap pertanyaan atau kekhawatiran terkait imunisasi. Ingat, kesehatan anak adalah investasi tak ternilai!
Apakah Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang imunisasi anak atau pengalaman yang ingin dibagikan? Berikan komentar Anda di bawah ini!








